[TERUPDATE] Profil & Biografi Presiden Soekarno Yang Kudu Diketahui

Biografi.handy.co.idprofil dan biografi presiden soekarno. Mungkin sampai saat ini Soekarno merupakan tokoh yang sangat banyak dikagumi oleh orang di Indonesia. Banyak orang yang mencari informasi mengenai perjalanan hidupnya, profil dan biografi singkat tentang Soekarno. Beliau dikenal sebagai Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus pencetus Pancasila, beliau juga lebih akrab di panggil dengan Bung Karno, ia berasal dari Blitar dan merupakan pahlawan Proklamasi bersama dengan Mohammad Hatta.

biografi presiden soekarno

Presiden Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin dari negara-negara lain pada waktu itu dan sampai sekarang. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tgl 6 Juni 1901 dengan nama aslinya yaitu bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan oleh namanya (pemikiran pada zaman dahulu) tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno.

Kehidupan Presiden Soekarno Sehari-hari

Ayah beliau yang bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Orang tuanya bertemu pada saat di Bali saat ayahnya menjadi guru di Bali dan ibunya merupakan bangsawan di Bali. Soekarno diketahui mempunyai saudara atau kakak kandung perempuan yang bernama Sukarmini.

Masa Kecil dan Masa Muda Soekarno

soekarno muda,soekarno kecil

Mengenai perjalanan kisah hidup Presiden Soekarno, semasa kecil ia tidak tinggal bersama dengan orang tuanya yang berada di Blitar. Beliau tinggal bersama dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo di Tulung Agung (Jawa Timur) Soekarno bahkan sempat bersekolah disana walau tidak sampai selesai ikut bersama dengan orang tuanya yang pindah ke Mojokerto.

Di Mojokerto Soekarno lalu bersekolah di Eerste Inlandse School dimana ayahnya juga bekerja disana sebagai guru. Tetapi kemudian ia dipindahkan tahun 1911 ke ELS (Europeesche Lagere School) yang setingkat sekolah dasar untuk dipersiapkan untuk masuk ke HBS (Hogere Burger School) di Surabaya. Setelah tamat dan bersekolah di HBS pada tahun 1915, Soekarno lalu tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto yang merupakan kawan dari ayahnya.

Soekarno, Kartosuwiryo dan Muso

H.O.S Cokroaminoto dikenal sebagai pendiri dari Serikat Islam (SI), di rumah Cokroaminoto lah Soekarno berkenalan dengan para pemimpin Sarekat Islam (SI) lain seperti Haji Agus Salim dan Abdul Muis. Soekarno juga akrab dengan Muso, Alimin, Darsono dan Semaun yang nantinya dikenal sebagai tokoh berhaluan kiri dan juga Kartosuwiryo yang kelak mendirikan Darul Islam serta memimpin pemberontakan melawan Soekarno.

Mereka bersama-sama tinggal di rumah H.O.S Cokroaminoto guna menimba ilmu serta belajar berorganisasi melalui Sarekat Islam (SI). Disini jiwa nasionalismenya tentang bangsa Indonesia menjadi sangat besar. Soekarno juga sempat mengikuti sebuah organisasi pemuda pada tahun 1918 yang bernama Tri Koro Darmo yang kemudian berubah nama menjadi Jong Java. Soekarno bahkan sempat aktif sebagai penulis di koran harian yang bernama Oetoesan Hindia yang dikelola oleh Cokroaminoto.

Di rumah Cokroaminoto, Soekarno muda mulai belajar berpolitik dan juga belajar untuk berpidato meskipun cenderung ia lakukan sendiri di depan cermin di dalam kamarnya. Di sekolahnya yakni Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno mendapatkan banyak ilmu pengetahuan.

Di tahun 1921 setelah ia lulus dari Hoogere Burger School atau HBS, Soekarno muda lalu pindah ke Bandung dan tinggal di rumah Haji Sanusi, disinilah Soekarno kemudian akrab dengan Douwes Dekker, Tjiptomangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara.

Soekarno lalu masuk ke Technische Hoogeschool (THS) dengan jurusan teknik sipil. Technische Hoogeschool (THS) nantinya berubah menjadi ITB (Institut Teknologi Bandung) seperti yang ada saat ini. Di tahun yang sama yaitu 1921, Soekarno menikah dengan Siti Oetari seorang anak sulung dari H.O.S Cokroaminoto. Soekarno sempat berhenti untuk kuliah setelah dua bulan masuk di THS tapi di tahun 1922 ia mendaftarkan diri lagi dan kemudian mulai kuliah dan kemudian lulus pada tanggal 25 Mei 1926 dengan gelar Ir (Insinyur).

Setelah tamat dari THS, Soekarno mendirikan Biro Insinyur pada tahun 1926 bersama dengan Ir. Anwari yang mengerjakan desain serta rancangan bangunan. Ia juga bekerja sama dengan Ir. Rooseno untuk merancang dan membangun rumah.

Selama di kota Bandung, Soekarno mendirikan Algemeene Studie Club (ASC) yang nantinya menjadi cikal bakal dari Partai Nasional Indonesia yang berdiri pada tanggal 4 Juli 1927. Disini Soekarno lalu mulai mengamalkan ajaran Marhaenisme. Tujuan dari pembentukan partai Nasional Indonesia yaitu supaya bangsa Indonesia bisa merdeka dan terlepas dari Jajahan Belanda.

Soekarno Dipenjara Oleh Pemerintah Kolonial

Dengan keberanian Soekarno ini kemudian pemerintah kolonial Belanda menangkapnya di Yogyakarta lalu memasukkannya ke penjara Banceuy di Bandung. Lalu pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Suka Miskin. Di dalam penjara ini kebutuhan hidupnya semua berasal dari istrinya yang setia untuk menemaninya yaitu Inggit Ganarsih yang menikah dengan Soekarno pada tahun 1923 yang sebelumnya Soekarno sudah menceraikan Siti Oetari secara baik-baik pada saat masih di Bandung.

Inggit yang juga dibantu oleh kakak Soekarno yang bernama Sukarmini sering membawakan makanan kepada Soekarno di penjara Suka Miskin, hal inilah yang kemudian membuat pengawasan di penjara Suka Miskin semakin diperketat lagi.

Menurut Biografi Presiden Soekarno dari beberapa sumber, ia dikenal oleh belanda sebagai seorang tahanan yang mampu menghasut orang lain supaya berpikir untuk merdeka sehingga ia kemudian dianggap cukup berbahaya.
Beliau lalu diisolasi dengan tahanan elit tujuannya supaya tidak bisa mendapatkan informasi yang berasal dari luar penjara. Tahanan elit ini sebagian besar merupakan warga Belanda yang memiliki kasus seperti penggelapan, korupsi dan juga penyelewengan, inilah yang menjadi tujuan dari Belanda supaya topik pembicaraan tentang bagaimana caranya untuk memerdekakan Indonesia tidak sesuai karena rata-rata tahanan elit yang bersama Soekarno merupakan orang Belanda.

Topik yang umumnya ia dengar sama sekali tidak penting seperti soal makanan dalam penjara dan juga cuaca. Selama berbulan-bulan di Suka Miskin mengakibatkan Soekarno putus komunikasi dengan banyak teman-teman seperjuangannya, tapi hal ini bukanlah hal yang sulit baginya untuk mendapatkan informasi dari luar.

Akhirnya Soekarno menemukan ide, dimana ia menggunakan telur sebagai media dalam berkomunikasi dengan istrinya. Apabila teman Soekarno mengalami musibah atau mendapatkan kabar buruk maka telur yang dibawa oleh istrinya ialah telur asin, itupun beliau hanya bisa menduga-duga sebab ia tidak tahu secara pasti apa yang terjadi diluar sana. Untuk berbicara dengan Inggit, Soekarno diawasi dengan ketat dan juga barang bawaan yang dibawa oleh inggit dari luar penjara selalu diperiksa dengan teliti.

Biografi Dan Profil Presiden Soekarno

Lalu Soekarno dan inggit akhirnya menemukan cara yang dianggap mereka paling mudah dalam berkomunikasi supaya tidak diketahui oleh Belanda yaitu dengan media yang sama sebelumnya yakni telur dimana cara yang dipakai sedikit berbeda dengan menusuk jarum ke telur.

Jika satu tusukan pada telur berarti kabar baik, jika tusukan sebanyak dua kali pada telur artinya seorang teman Soekarno tertangkap tapi jika ada tiga tusukan berarti aktivis kemerdekaan yang ditangkap cukup besar.

Selama ada dipenjara, orang tuanya tidak pernah sekalipun mengunjungi Soekarno alasannya merupakan orang tua Soekarno tidak sanggup melihat Soekarno dipenjara, beliau kurus dan hitam selama berada di penjara karena itulah yang menurut ibu Wardoyo sehingga orang tua soekarno tidak mau menjenguk Soekarno.

Supaya orang tuanya tidak panik Soekarno sering beralasan bahwa beliau sering bekerja di bawah teriknya sinar matahari sehingga kulit-kulitnya menghitam selain itu di dalam penjara ia ingin memanaskan tulang-tulangnya karena di penjara, ruangannya sangat gelap, lembab dan juga dingin karena sinar matahari tidak ada.

Soekarno dengan Pembelaan “Indonesia Menggugat”

Kasusnya yang disidangkan oleh pihak Belanda melalui pengadilan Landraad di Bandung, saat sudah delapan bulan berlalu yakni pada tanggal 18 Desember 1930. Soekarno dalam pembelaanya membuat judul bernama “Indonesia Menggugat” yang terkenal. Dimana dia mengungkapkan bahwa bangsa Belanda sebagai bangsa yang serakah yang sudah menindas dan merampas kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Dari pembelaannya tersebut, kemudian sehingga membuat Belanda semakin marah jadi PNI bentukan Soekarno dibubarkan di bulan Juli 1930. Setelah keluar dari penjara pada bulan Desember 1931, Soekarno lalu bergabung dengan Partindo pada tahun 1932 karena ia sudah tidak mempunyai partai lagi dan ia kemudian didaulat menjadi pemimpin Partindo namun ia kembali ditangkap oleh Belanda dan kemudian diasingkan kembali ke Flores.

Dibuang ke Bengkulu lalu bertemu dengan Mohammad Hatta dan Fatmawati

gambar soekarno dan fatmawati

Pada tahun 1938, ia lalu diasingkan ke Bengkulu, disini Soekarno bertemu dengan Mohammad Hatta yang akan menjadi teman seperjuangannya yang nantinya keduanya akan memproklamasikan Kemerdekaan tanah air tercinta. Di Bengkulu juga Soekarno lalu berkenalan dengan Fatmawati yang kelak akan menjadi istri Soekarno dan ibu negara pertama. Fatmawati merupakan putri dari Hassan Din yang mengajak Soekarno untuk menjadi guru di Sekolah Muhammadiyah di Bengkulu.

Pada tahun 1942, kekuasaan Belanda di Indonesia berakhir setelah Jepang masuk dan menyerbu Indonesia. Soekarno yang sempat akan dipindahkan oleh Belanda menuju ke Australia tapi gagal setelah dicegat oleh Jepang. Soekarno lalu kembali ke Jakarta. Jepang kemudian memanfaatkan Soekarno dan para pemimpin Indonesia lainnya untuk menarik hati penduduk Indonesia.

Soekarno dan Jalan Berliku Untuk Menuju Kemerdekaan Indonesia

Jepang bahkan menunjuk Soekarno untuk memimpin tim persiapan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia yakni BPUPKI dan PPKI setelah berjanji memberikan kemerdekaan untuk Indonesia. Soekarno bahkan sempat terbang ke Jepang untuk bertemu dengan Kaisar Hirohito.

Soekarno terus-menerus melakukan pendekatan serta kerjasama dengan Jepang dengan tujuan supaya Indonesia segera diberi kemerdekaan. Segala persiapan untuk kemerdekaan Indonesia dilakukan oleh Soekarno seperti merumuskan Pancasila dan juga UUD 45 sebagai ideologi dan dasar negara dan perumusan teks proklamasi kemerdekaan bersama dengan Mohammad Hatta dan Ahmad Soebardjo.

Sebelum mengumumkan kemerdekaan Indonesia di bulan agustus 1945, Soekarno bersama Mohammad Hatta bersama pemimpin Indonesia yang lain terbang ke Dalat (Vietnam) untuk menemui pimpinan tertinggi kekaisaran Jepang di Asia Tenggara yakni Marsekal Terauchi. Menjelang proklamasi kemerdekaan, ada perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda.

Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok

Golongan Tua tersebut menghendaki supaya kemerdekaan Indonesia dipersiapkan dengan matang dan golongan muda menghendaki supaya kemerdekaan Indonesia diproklamasikan secepatnya. Hal inilah yang kemudian membuat golongan muda melakukan penculikan atas Soekarno dan Mohammad Hatta pada tanggal 16 agustus 1945 lalu membawa mereka ke daerah Rengasdengklok dengan tujuan supaya segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia dan menjauhkannya dari pengaruh Jepang. Peristiwa penculikan ini lalu dikenal dengan nama Peristiwa Rengasdengklok.

Mengetahui Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa ke Rengasdengklok membuat Ahmad Soebardjo lalu menjemput Soekarno dan Mohammad Hatta. Sutan Syahrir yang dikenal sering berseberangan pendapat dengan Soekarno marah karena mendengar para golongan muda menculik Soekarno dan Hatta dan menyuruh mereka membawanya kembali ke Jakarta.

Setelah tiba di Jakarta, Soekarno dan Muhammad Hatta beserta pemimpin lainnya bertemu dengan Laksamana Maeda di rumahnya di Jl. Imam Bonjol. Laksamana Maeda lalu menjamin keselamatan Soekarno dan para pemimpin lain dengan mempersilahkan Soerkarno dan Muhammad untuk merumuskan teks proklamasi kemerdekaan. Bersama dengan Ahmad Soebardjo mereka bertiga merumuskan teks proklamasi kemerdekaan yang lalu diketik ulang oleh Sayuti Melik.

Memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia lalu Menjadi Presiden Pertama Indonesia

Pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno dan Juga Moh Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Jepang dimana pada tanggal ini juga diperingati sebagai Hari kemerdekaan tanah air dimana pancasila kemudian dibentuk oleh Soekarno sebagai dasar dari bangsa Indonesia tercinta.

Proklamasi kemerdekaan inilah yang kemudian membawa Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia dalam sejarah Indonesia. Diluar sosoknya sebagai Bapak bangsa Indonesia, tidak banyak yang tahu apabila Soekarno pernah menikah sebanyak sembilan kali, kharisma yang luar biasa dimiliki oleh Soekarno dari penuturan orang-orang yang dekat dengannya, itulah mengapa wanita-wanita cantik bisa dengan mudah terpikat dengannya dan dijadikan isterinya. Ia tertarik dengan wanita yang sederhana dan juga berpakaian sopan.

Istrinya, yaitu Fatmawati pernah bertanya kepada presiden Soekarno tentang wanita yang berpenampilan seksi namun beliau menjawab bahwa wanita dengan penampilan yang sopan dan sederhana dan juga tampil apa adanya akan lebih menarik untuk disukai sebab kecantikan seorang wanita terlihat dari keaslian dan kesederhanaannya.
Soekarno tidak menyukai wanita yang berpenampilan seksi seperti memakai rok pendek yang ketat dan menggunakan lipstik seperti orang yang modern pada umumnya, percaya atau tidak, artis Amerika Marylin Monroe sangat menyukai kharisma dari seorang Presiden Soekarno.

gambar soekarno dengan fatmawati

Wanita idaman Soekarno yakni wanita yang setia, konservatif dan juga dapat menjaganya. Beliau sangat senang pada saat wanita itu bisa melayaninya dan menjaganya, pandangannya tentang wanita-wanita Amerika yang menyuruh suaminya mencuci piring membuat fatmawati menjadi terkesima dan juga terpesona dengan kesederhanaan dari seorang Soekarno sehingga fatmawati rela untuk menemaninya sampai akhir hayatnya.

Indonesia Di Bawah Pemerintahan Presiden Soekarno

Selama di bawah pemerintahan Presiden Soekarno, Indonesia sebagai negara baru saat itu bertahan dari berbagai permasalahan yang sering kali menggoyahkan stabilitas negara Indonesia. Pertama kali dengan agresi militer yang dilakukan oleh Belanda yang kembali melakukan menjajah Indonesia setelah Jepang menyerah. Lalu muncul pemberontakan PKI yang dipimpin oleh Muso (teman lama Soekarno) dan Amir Syarifudin, Pemberontakan Permesta, Pemberontakan Republik Maluku, Pemberontakan APRA oleh Westeling dan pemberontakan dari Darul Islam atau DI/TII oleh Kartosuwiryo yang merupakan temannya sendiri saat Soekarno masih muda.

Walaupun banyak mengalami masalah pada awal-awal lahirnya kemerdekaan tanah air, di bawah pemerintahan Soekarno, Indonesia mulai terkenal di mata Internasinal. Banyak pemimpin dunia seperti John F. Kennedy yang merupakan presiden Amerika saat itu dan Fidel Castro yaitu presiden Kuba dan pemimpin negara lain menaruh hormat kepada Presiden Soekarno.

gambar soekarno dengan pemimpin negara lain

Indonesia saat itu dikenal sebagai negara non blok, dan sempat terjalin hubungan erat dengan Rusia dan ditandai dengan pembelian senjata untuk pertahanan secara besar-besaran dari Rusia dan juga untuk melawan Belanda saat sedang melakukan upaya pembebasan Irian Barat. Selain itu Indonesia melalui presiden Soekarno membentuk poros Jakarta-Beijing-Moskow yang membuat konfrontasi dengan blok barat semakin lebih tinggi.

Hal ini juga membuat Indonesia semakin berhaluan kiri yang ditandai dengan semakin berkembangnya komunis saat itu dimana muncul istilah ‘NASAKOM’ yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno.

Indonesia bahkan sempat berganti menjadi sistem pemerintahan dari sistem parlementer menjadi presidensil dari tahun 1945 sampai 1960an. Dan di tahun 1960an pergolakan politik yang amat hebat terjadi di Indonesia, penyebab utamanya yaitu adanya pemberontakan besar oleh PKI (Partai Komunis Indonesia) yang dikenal dengan sebutan G30-S/PKI dimana pada peristiwa ini lalu membuat akhir cerita dari pemerintahan Presiden Soekarno dan juga orde lama berakhir.

Hal ini ditandai dengan adanya “Supersemar” atau Surat Perintah Sebelas Maret pada tahun 1966 yang terkenal dan masih menjadi kontroversi sejarah karena naskah aslinya tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Supersemar dikeluarkan oleh Presiden Soekarno yang berisi himbauan dari Presiden Soekarno ke Soeharto supaya bisa mengendalikan Keamanan dan juga ketertiban negara yang saat itu sedang kacau dan juga berisi mandat pemindahan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto yang nantinya menjadikan Soeharto sebagai Presiden yang baru bagi tanah air tercinta.

Akhir Jabatan Presiden Soekarno

Setelah jabatannya sebagai Presiden telah berakhir yang ditandai dengan diangkatnya Soeharto sebagai Presiden, Soekarno kemudian banyak menghabiskan waktunya di istana Bogor, lama-kelamaan kesehatannya terus-menerus mengalami penurunan sehingga ia mendapat perawatan oleh tim dokter kepresidenan sampai tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970 Presiden Soekarno atau Bung Karno menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto (Jakarta).

Kepergian sang Proklamator sekaligus Bapak Bangsa Indonesia ke pangkuan Yang Maha Kuasa menyisakan luka yang begitu mendalam bagi rakyat Indonesia pada waktu itu. Jenazah dari bung Karno lalu dibawa di Wisma Yaso, Jakarta setelah itu jenazahnya kemudian dibawa ke Blitar (Jawa Timur) untuk dikebumikan dekat dengan makam ibunya yaitu Ida Ayu Nyoman Rai.

Gelar sebagai Pahlawan Proklamasi diberikan oleh pemerintah kepada Soekarno karena jasa-jasanya kepada bangsa Indonesia. Kisah perjuangan Bung Karno lalu diangkat ke dalam layar lebar yang berjudul “Soekarno : Indonesia Merdeka” yang digarap oleh sutradara terkenal yaitu Hanung Bramantio dimana Ario Bayu berperan sebagai Tokoh Soekarno, Inggit yang diperankan oleh Maudy Koesnaedi dan Fatmawati yang diperankan oleh Tika Bravani.

Isu kematian Soekarno karena di bunuh secara perlahan

Banyak yang berpendapat dan percaya bahwa Presiden Soekarno dibunuh secara perlahan-lahan dimana presiden Soeharto secara ketat mengawasi serta mengatur pengobatan Ir Soekarno saat ia sakit. Di Wisma Yaso di Jl. gatot Subroto ia ditahan sehingga saat sakit ia tidak bisa kemana-mana sehingga penahanan inilah yang kemudian membuatnya menderita lahir dan batin, keluarganya juga tidak diperbolehkan secara bebas untuk menjenguk Soekarno.

Saat sakit, banyak resep obat yang tidak bisa ditukar dengan obat dimana resep itu diberikan oleh dr. Mahar Mardjono yang memimpin tim dokter bagi Soekarno saat itu. Sehingga banyak tumpukan resep saat itu di meja penahanan Ir. Soekarno. Resep tersebut dibiarkan saja dan tak pernah ditukarkan dengan obat.

Banyak yang mengatakan bahwa penguasa yang baru memang sengaja membiarkan soekarno sakit dan semakin parah sehingga mempercepat kematiannya. Alat-alat kesehatan yang berasal dari Cina untuk menyembuhkan Soekarno ditolak oleh Presiden Soeharto saat itu. Rachmawati Soekarnoputri menuturkan bahkan sekedar menebus obat sakit gigi juga harus seizin presiden Soeharto.

Kalian Ingin Berfoto Dengan Presiden Soekarno?

Bagi kalian yang hobi traveling dan sedang berada di Bangkok (Thailand), cobalah untuk berkunjung ke Museum Madame Tussauds disana ada Patung lilin Soekarno. Patung yang tersebut terbuat dari lilin dibuat menyerupai sosok Presiden Soekarno. Patung ini dibuat sebagai salah satu bentuk penghormatan oleh mus Madame Tussauds kepada Presiden Soekarno sebagai salah satu Proklamator dan sebagai Bapak Bangsa Indonesia dan juga peranan Soekarno untuk dunia internasional selama menjabat sebagai Presiden Soekarno.

gambar patung lilin soekarno di Museum Madame Tussauds

Patung Lilin Presiden Soekarno

Daftar istri Presiden Soekarno

  1. Oetari,
  2. Inggit Garnasih – mempunyai anak dari Soekarno bernama Ratna Juami (anak angkat) dan Kartika (anak angkat),
  3. Fatmawati – dari Fatmawati lalu Ir. Soekarno mempunyai anak bernama Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.
  4. Hartini – dari Hartini Ir. Sokarno lalu mempunyai anak bernama Taufan Soekarnoputra dan Bayu Soekarnoputra.
  5. Kartini Manoppo – Ir. Soekarno mempunyai anak bernama Totok Suryawan Soekarnoputra.
  6. Ratna Sari Dewi – Ir. Soekarno mempunyai anak bernma Karina Kartika Sari Dewi Soekarno.
  7. Haryati – Ir. Soekarno mempunyai anak bernama Ayu Gembirowati.
  8. Yurike Sanger.
  9. Dan Heldy Djafar.

Berikut Ini adalah Kutipan Kata-Kata Bijak dari Presiden Soekarno

Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. (Pidato saat HUT Proklamasi, tahun 1963).

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. [Pidato saat Hari Pahlawan 10 Nop.1961].

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan di atas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkahpun.

Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

…Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan…

Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai. Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.

Berikan aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

Tidak seorang pun yang menghitung-hitung= berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.

Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.

Semoga artikel tentang penjabaran profil dan biografi soekarno ini dapat menambah ilmu para pembaca. Artikel profil soekarno ini boleh dishare ke teman-teman kalian agar mereka juga mengetahuinya. Salam hangat dan terimakasih. Berikut ini ada daftar profil dan biografi yang lainnya :

Biografi Ir. Soekarno Presiden Pertama Indonesia

Biografi Dr Zakir Naik, Profil Dan Biodata Lengkapnya

Biografi Ganjar Pranowo

[TERUPDATE] Profil & Biografi Presiden Soekarno Yang Kudu Diketahui | ahmad handi | 4.5